mentari pagi sedang menyinsing
kuambil depatu dan kaus kaki
kuraih seboyol air dingin
sebagian bekal di jalan nanti
satu dua tiga empat
kulangkah kan kaki mengikuti degup jantungku
napas tersengal haus terasa
agar badanku sehat selalu
Jln. Sawi no. 16 Telp. 22295 Tanjungpinang - KEPRI 29121
Nah..............................
Tugas ini dikhususkan untuk siswa yang tidak mengumpulkan PR sebelumnya. Dan ini dikumpul paling lambat hari SABTU tanggal 30 Oktober 2010. Dapat dikirim melalui
Email kepada (zontrisman@gmail.com) , kalau anak-anak sekalian mau kirim pake email tapi tak punya email pribadi, kalian kan bisa pinjam email teman, ya kan??.
Atau pake buku, artinya semua kalimat pada PR ini di pindahkan ke Buku LATIHAN / PR . Mr Zon tidak menerima kertas selembar, OKAY. Jangan tunda-tunda lagi membuat PR ini
Klik ini atau gambar diatas untuk mendownloadnya. salam sukses
| Pengirim Muhammad Fahrur Rodzi Jaman dahulu kala ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu. Dia memiliki seorang putri yang sangat menawan. Kita sebut saja putri Anne. Sebagai seorang putri, sejak kecil putri Anne sudah ditunangkan dengan pangeran dari kerajaan tetangga, pangeran Henry. Ketika tiba saatnya mereka harus menikah, seluruh kerajaan sibuk mempersiapkan keberangkatan putri Anne. Karena perjalanan ke kerajaan pangeran Henry cukup jauh, maka ratu mempersiapkan perbekalan yang cukup untuk putri semata wayangnya. Tidak ketinggalan barang-barang mewah seperti vas-vas dan pernik-pernik yang terbuat dari emas dan perak, gelas-gelas kristal dan perhiasan untuk dibawa sebagai lambang kebesaran. Ratu memilih Aline seorang pelayan kepercayaannya yang akan menjaga dan merawat putri Anne selama perjalanan dan mengantarkannya dengan selamat. Ratu juga memilihkan kuda terbaik untuk menjadi tunggangan putri Anne. Falada, kuda kesayangan ratu, bukan kuda sembarangan. Dia sangat setia dan bisa berbicara, itulah sebabnya ratu memilihnya untuk membawa sang putri. Tibalah saat keberangkatan. Ratu memanggil putri Anne untuk menghadap. Dia mengeluarkan sebilah pisau kecil dan mengiris jarinya. Kemudian meneteskan tiga tetes darahnya ke sebuah sapu tangan putih dan memberikannya kepada putrinya. "Anakku!" kata ratu, "jaga sapu tangan ini baik-baik, jangan sampai hilang atau tercecer. Ini akan menjagamu selama perjalanan." Maka diiringi tatapan sedih sang ratu, putri Anne dan pelayannya Aline, berangkat menuju kerajaan pangeran Henry. |
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat Datang di blog/website SMP Negeri 3. Semoga para pengunjung (khususnya siswa) dapat memanfaatkan blog sederhana ini sebagai media dan sumber belajar yang bermanfaat.
.......................